Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Senin, 14 Maret 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 14 Maret 2016 (Kasak Kusuk Kantong Kresek)

Kang Maman – Kasak-kusuk Kantong Kresek

Kulit kabel dari plastik yang berada di gorong-gorong, bisa membuat ring 1 dekat Istana Negara banjir. Jerapah di Kebun Binatang Surabaya mati, dan ketika dibelah perutnya, ditemukan 20 kilogram gumpalan plastik. Juga begitu banyak biota yang tewas karena terjerat atau menelan plastik, satu bahan yang baru bisa terurai lima ratus hingga seribu tahun ke depan.

Dan Indonesia dikenal sebagai pengkonsumsi kantong plastik tertinggi di dunia setelah Tiongkok; 9,8 miliar kantong plastik per tahunnya. Semoga dengan kebijakan ini, penggunaan kantong plastik kita  bisa berkurang sampai 75%, seperti yang terjadi di Hong Kong.

Setiap orang tentu tahu dan lebih menginginkan setangkai mawar daripada sekumpulan bunga plastik. Meski cuma sehari, wanginya abadi di hati. Daripada bunga plastik, meski abadi hingga ribuan tahun, tak ada aroma wangi yang bersemayam abadi di dalam hati—malah bisa membunuh dan merusak isi bumi.

Sekali lagi, serangkai bahan plastik abadi lima hingga sepuluh abad, menjerat mematikan jerapah, menjerat menewaskan jutaan biota.

Aku memilih denyut cinta kehidupan daripada kepalsuan abadi yang mematikan, yang diberikan selarik benda bernama plastik.
Dan bagiku, kamu adalah tanda titik.
Mengingatmu memaksaku berhenti dari mengingat siapa pun karena kamu alami, tak terbuat dari plastik.
Dan terakhir, aku mencintaimu karena kamu manusiawi dan menyelamatkan bumi.

Jadi, ayo diet tas kresek! (Maman suherman)
Share:

Rabu, 09 Maret 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 8 Maret 2016 (Yang Manakah Anda?)

Kang Maman – Yang Manakah Anda?

Hebat nih teman-teman, membicarakan dengan santai tentang perilaku dan kebiasaan manusia yang sebenarnya sangat ilmiah. Dibawakan dengan gayeng, sangat simpel, dan dengan contoh yang nyata.

Seperti kita ketahui, dalam psikologi dikatakan, perilaku manusia itu dipengaruhi paling sedikit oleh empat hal; faktor biologis, faktor sosiopsikologis—yang memiliki tiga komponen (afektif, kognitif, dan konatif), faktor spiritual, dan yang terakhir faktor situasional.

Karena pengaruh empat hal itulah manusia pun mendapat banyak sebutan—dan silakan teman-teman menilai diri sendiri, Anda lebih tepat masuk ketegori mana:

Apakah Anda seorang homo educandum (makhluk yang memerlukan pendidikan, terdidik, dan dididik), atau homo esthetica (manusia yang tahu akan keindahan), homo socius (makhluk sosial), homo sapiens (makhluk yang berpikir), atau homo homini lupus (makhluk yang menjadi serigala bagi sesamanya), atau homo religius (makhluk yang percaya akan kekuatan di luar kekuatanya), atau yang terakhir, seorang homo ludens (manusia yang merasa tidak punya arti kalau tidak punya pekerjaan).

Terakhir, apakah cara kita lebih baik atau tidak dibanding orang lain?

Ingat satu hal, cara paling licik memuji perilaku diri sendiri adalah dengan menceritakan kejelekan orang lain. Dan teringatlah pada apa yang pernah dikatakan Gus Mus (KH. Mustofa Bisri)—dari NU seperti teman-teman di kanan:

“Jika menilai perilaku orang, ingat satu hal: jangan merasa paling benar, karena hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.” (Maman Suherman)
Share:

Senin, 07 Maret 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 7 Maret 2016 (Raja Jalanan)

Kang Maman – Raja Jalanan

Saya ingin menyimpulkan pembicaraan kali ini dengan cerita seorang pemuda yang dengan penuh rasa bangga memacu mobil barunya yang mewah bernilai miliaran rupiah.

Ia lewati anak-anak yang sedang bermain sambil melempar-lemparkan sesuatu di tepi jalan. Ia tak terlalu memperhatikannya karena melaju dengan kencang. Tiba-tiba dia melihat seorang anak kecil lain yang muncul dari arah deretan mobil-mobil yang diparkir di sisi jalan. Sebuah batu menimpa mobil barunya. Ditekannya rem mobilnya dengan kuat. Dengan geram, ia turun menghampiri anak yang melemparkan batu tadi. Amarahnya memuncak, dan ditariknya anak itu. “Apa yang kau lakukan? Lihat, akan berapa butuh biaya untuk memperbaiki mobil saya?” ujarnya sambil hendak memukul anak itu.

Si anak ketakutan dan pucat. “Maaf, Tuan, saya tidak tahu harus melakukan apa lagi saat ini. Saya melempar batu itu karena tidak ada satu pun yang mau berhenti saat ini, mobil juga motor.” Dengan terbata-bata, si anak menunjuk ke arah belakang. “Itu di sana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, jatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, tapi tak seorang pun yang mau berhenti dan menghampiri untuk menolong. Maukah Tuan membantuku untuk mengangkatnya kembali duduk di atas kursi roda?”

Sang pemuda tertegun, segera menuju ke lelaki itu, dan diangkatnya lalu dipapahnya menuju kursi rodanya. Luka di lutut yang memar diusapkannya dengan sapu tangan mahalnya. “Terima kasih, Tuan, semoga Tuhan membalasnya. Ini sebotol air untuk membersihkan tangan Tuan yang kotor.

Si pemuda kaya itu kian tertegun menatap kepergian mereka berdua. Dengan berbalik arah, perlahan ia menuju ke mobilnya. Walau kerusakan yang didapatnya bukan hal yang sepele, tapi ia memilih untuk tidak memperbaiki mobilnya. Sebagai pesan pembelajaran penting dalam menjalani roda kehidupan di sekitar orang-orang di sekitarnya. 

“Janganlah melaju terlalu cepat dalam hidupmu, karena terkadang ada seseorang yang sampai harus melemparkan sebuah ‘batu’ hanya untuk sekadar menarik perhatianmu.” 

Jadi, mau anak motor, mau anak mobil, tolong ingat:
Sabar memang tak mudah,
karena surga memang tak murah. 

Jangan taruh nafsumu di gas,
pakai hati agar berhati-hati.

Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. (Maman Suherman)
Share:

Selasa, 01 Maret 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 1 Maret 2016 (Tabu tapi Harus Tahu)

Kang Maman – Tabu tapi Harus Tahu

Inti dari pendidikan seksualitas adalah anak diajarkan untuk mengenali dengan tepat dan menghargai tubuhnya. Dengan begitu ia juga akan menghargai tubuh orang lain. Juga diajarkan tentang pendidikan kesehatan reproduksi dan tentang organ-organ seksualnya. Dalam bahasa Intan tadi, “Yang ditutupi oleh pakaian tidak boleh disentuh oleh orang lain ya, nak.”

Di sisi lain, hukuman bagi pelaku kejahatan seksual harus berat, apalagi pelaku perundungan seksual terhadap anak. Percabulan, misalnya, terhadap anak di bawah umur 18 tahun, bukan delik aduan; jadi meski laporan sudah dicabut, polisi bisa tetap melanjutkan perkaranya, dan pidananya—seperti di dalam Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak—adalah minimal 5 tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara, dan denda maksimal 5 miliar.

Penerapan harus tegas agar bisa memberi efek penjeraan buat yang lain karena ini menyangkut masa depan anak yang terampas, terhempas, dan dihabisi. Selain itu kita juga sepakat ajarkan pula tentang agama. Dalam Islam, misalnya, Qur’an surah An Nuur 30 – 31, misalnya, berbunyi: 

Katakanlah kepada kaum laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Dan katakan juga kepada kaum wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya ....” 

Ini jelas mengajarkan tentang pentingnya menjaga organ seksual; tidak boleh digunakan sembarang.

Kuncinya:
Relasi seksual itu bukan sesuatu yang kotor, tetapi positif dan konstruktif; tidak boleh dilakukan dengan kekerasan dan paksaan, harus aman, nyaman, dan bertanggung jawab. Dan organ seksual harus dijaga, tidak boleh dipakai sembarangan dan harus melalui perkawinan.

Dan buat bapak/ibu:
Ucapan tidak cukup, keteladanan jauh lebih utama. (Maman Suherman)
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter