Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Kamis, 18 Juni 2015

Selamat Berpuasa

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1436 H. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah Subhanahu wa Taala, aamiin yaa Rabbal ‘alamin.. :)


Irwan Syahputra Lubis & keluarga
Share:

Selasa, 16 Juni 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 16 Juni 2015 (Foto Berbicara)

Kang Maman Foto Berbicara

Sebelum era selfie meraja, filsuf Confusius sudah berujar, “Gambar berbicara lebih dari kata-kata.”

Foto berbicara ribuan kali lebih banyak dari kata. Bahkan, benda yang tak bisa bersuara seperti bumi sekalipun ketika dirusak, bisa diperjuangkan kelangsungannya lewat gambar bergerak. Artinya, gambar memiliki nilai positif, bisa memengaruhi dan menggerakkan orang untuk menjadi lebih baik dan memperjuangkan kebaikan.

Namun dengan satire, apa yang dikatakan Ronal juga pantas untuk dipertimbangkan. “Apa guna hendak menyebarkan gambar se-ekstrem mungkin, demi mengumpulkan sebanyak mungkin love and like; demi disuka dan mendapatkan limpahan cinta, tapi berakibat kehilangan nyawa?”

Agama mengajarkan: Semua yang berlebih tidaklah baik.

Dan terakhir, di Ramadan ini, sekadar ingin mengingatkan: Daripada kebiasaan mengawali dan mengakhiri apa pun dengan foto selfie, marilah kembali untuk memulai dengan bismillah, dan menutup dengan alhamdulillah.

Karena, “Barang siapa ingin bahagia dan mati syahid,” kata ajaran agama, “maka bacalah bismillah setiap kali memulai sesuatu perkara yang baik.”

Jumlah huruf dalam ‘bismillah’ [بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم] ada 19, dan malaikat penjaga neraka jumlahnya 19 (dalam Qur’an, surah Al-Muddatstsir).

Ibnu Mas’ud pun berkata, “Barang siapa ingin Allah selamatkan dari 19 malaikat neraka, maka bacalah bismillah 19 kali setiap hari.”

Juga jangan lupa mengakhiri dengan alhamdulillah, bersyukur atas segala yang ada karena segala sesuatu berasal dari Allah. Bukankah Allah akan menambah nikmat yang diberikan bila kita pandai bersyukur?

Orang galau super narsis, rindukan pujian orang. Orang takwa yang menyembunyikan kebaikannya, rindukan Allah. (Maman Suherman)
Share:

Senin, 15 Juni 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 15 Juni 2015 (Perempuan Selalu Benar)

Kang Maman – Perempuan Selalu Benar

[1] Kalau cowok main dengan temannya, ceweknya ngambek. Kalau cewek dilarang main dengan temannya, cowoknya akan dituduh posesif (keterlaluan).

[2] Kalau cowok ungkit-ungkit masa lalu, ceweknya akan mutusin. Kalau cewek yang ungkit masa lalu, cowoknya diminta harus pengertian.

[3] Kalau cowok lupa, itu salah cowok, kenapa teledor. Kalau cewek yang lupa, itu juga salah cowoknya, kenapa tidak ngingetin.

[4] Kalau cowok diselingkuhi, wajar, “Siapa yang suruh jelek,” kata ceweknya. Tapi kalau cewek diselingkuhi, cewek akan bilang, “Semua cowok memang sama aja! [Berengsek] semua.”

Jadi, pokoknya, pasal satu: Perempuan selalu benar. Pasal dua: Kalau pria benar, perempuan pasti lebih benar. Pasal tiga: Kalau perempuan salah, pria pasti lebih salah.

Faktanya, tidaklah demikian. Karena benar dan salah bukan persoalan jenis kelamin, tapi persoalan perbuatan dan kelakuan.

Kunci hubungan pria dan perempuan adalah: Jadilah merasa dibutuhkan sebagai bagian dari kebutuhan. Perempuan dan laki-laki saling membutuhkan dalam kesetaraan dan keberimbangan.

Terlepas dari semua itu, sebagai lelaki, aku ingin mengucapkan kepada perempuanku sebagaimana pernah diucapkan B.J. Habibie kepada almarhumah istrinya. Habibie bilang begini:

“Orang-orang mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa orang-orang itu sadari bahwa yang sebenarnya kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.”

Jadi, daripada merasa paling benar, lebih baik saling mengisi dan saling menyempurnakan. (Maman Suherman)
Share:

Selasa, 09 Juni 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 9 Juni 2015 (Keperawanan, Penting Gak sih?)

Kang Maman [Tes] Keperawanan, Penting Gak sih?

Menjaga diri dan moral penting bagi semua orang, tidak cuma perempuan tapi juga laki-laki. Kalau keperawanan dijadikan ukuran moral, mari pertimbangkan beberapa hal ini:

Pertama, secara fisik, selaput dara bentuknya bermacam-macam; ada yang mudah sobek, ada yang bersifat madona—atau kami di kriminologi menyebutnya seperti pin to bar’—yang tidak akan robek sampai kapan pun meski terjadi penetrasi berulang-ulang. Bahkan kata dr. Boyke, ada yang tidak memiliki selaput dara.

Dan robeknya selaput dara juga bisa bukan karena penetrasi, tapi karena kecelakaan atau karena olahraga tertentu. Bahkan, keputihan yang lama bisa menipiskan dan merobek selaput dara. Dan ada saudari kita perempuan, yang terenggut keperawanannya bukan karena kehendaknya, tapi karena paksaan, kekerasan, dan perkosaan. Apakah kita ingin menutup akses pekerjaan kepada mereka dan malah membuat mereka menjadi trauma karena harus mengingat kembali hal itu? Bahkan malah memberi stigma yang abadi di jidat mereka ketika ditanya, “Kok kamu tidak lulus kerja?” Karena tidak perawan.

Oh iya, apakah kita bisa membedakan selaput dara yang asli dan selaput dara hasil operasi?

Yang kedua, secara sosiologis, apa gunanya kita mendengang-dengungkan konsep Kesetaraan dan Keadilan Gender kalau simbol kesucian hanya diberikan kepada perempuan, tidak kepada lelaki yang tidak bisa kita ketahui secara medis dan fisik apakah dia masih perjaka atau tidak? Padahal, salah satu hal yang bisa merenggut keperawanan itu, yang bisa merampas keperawanan itu, yang bisa memerkosa perempuan dalam konteks heteroseksual adalah laki-laki.

Terakhir, “Jangan rendahkan martabat dan harkat kemanusiaan orang lain,” kata dr. Boyke. Membiarkan praktik diskriminatif, adalah pengingkaran jaminan konstitusi pada hak warga negara. Dan, jangan pernah menutup pintu kepada orang yang ingin memperbaiki masa depannya.

Jika kita tidak ada di masa lalunya, tidak ada hak kita untuk mengadili masa kininya. (Maman Suherman).
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter