Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Senin, 25 Mei 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 25 Mei 2015 (Maaf, Ini Privacy)

Kang Maman Maaf, Ini Privasi

Privasi adalah hak untuk dibiarkan, atau hak untuk mengontrol publikasi yang tidak diinginkan tentang urusan personal seseorang.

Manusia—di mana pun berada—memiliki ‘right to privacy’ sebagai ‘right to be let alone’. Atau secara sederhana: hak untuk tidak diusik dalam kehidupan pribadi.

Ini perlu menjadi perhatian karena di masyarakat telah terjadi salah kaprah, yang meyakini bahwa: Seorang publik figur dengan sendirinya tidak memiliki privasi. Masyarakat, bahkan publik figur itu sendiri selalu mengatakan, “Sudah menjadi risiko bagi kami untuk tidak memiliki privasi.” Pandangan ini sangat tidak benar karena semua orang (termasuk figur publik) punya privasi sebagai hak untuk menyangkut diri dia (diri personal). Bila menyangkut urusan publik, barulah seorang figur publik tidak bisa menghindar dari upaya publikasi, sebagai bagian dari transparansi tanggung jawab. Bahkan di Amerika sendiri, setiap orang yang merasa privasinya dilanggar, memiliki hak untuk mengajukan gugatan yang dikenal sebagai ‘Privacy Tort’.

Lalu bagaimana kalau orang itu sendiri yang membocorkan dan mengumbar rahasianya?

Semoga yang bersangkutan tahu dengan petitih sederhana ini bahwa: Siapa menabur angin, akan menuai badai.

Rasa malu mengumbar tidak datang, kecuali untuk membawa kebaikan. Bahasa Cak Lontong, “Jaga privasi, jangan jajakan privasi.”

Dan dalam kehidupan cinta, kebersamaan, bahkan pernikahan:

Nikah, adalah menyatukan aku dan kamu menjadi kita, tanpa mematikan aku dan juga tidak mematikan kamu.

Dan terakhir, ingat ajaran baik ini:

Rahasiakanlah amalan baikmu, sebagaimana kamu rahasiakan dosa-dosamu. (Maman Suherman)
Share:

Selasa, 19 Mei 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 19 Mei 2015 (Bahaya Curhat)

Kang Maman Bahaya Curhat

Jika ada yang curhat padamu, tuluslah, jangan hanya modus. Terhadap orang yang curhat kepada kita, seperti yang didalilkan Dalai Lama, “Berikan sayap agar dia bisa terbang, berikan akar agar bisa kembali pulang, dan berikan alasan agar bisa tetap bertahan.”

Berikan apa yang diperlukan, atau diam dan dengarkan. Kalau tak bisa menolong, jangan menambah sakit hatinya.

Sementara untuk yang curhat, betul, curhat bermanfaat asal tidak salah tempat, pilih orang yang tepat agar masalah tidak bertambah gawat—disingkat oleh Cak Lontong tadi dengan: WAT.

Dan, orang bijak (bahkan) berkata, “Jangan pernah meminta Tuhan memindahkan gunung, tapi mintalah kekuatan supaya kita bisa mendaki gunung itu.”

Curahan hati jangan bikin mati hati, lalu mudah pindah ke lain hati. Dan terakhir, diingatkan oleh Okky tadi, manusia dianugerahi rasa iba. Umbarlah rasa iba, bukan umbar aib. Dan sebagai orang beragama, curhat[lah] kepada Sang Pemberi Rahmat agar kamu tidak sesat! (Maman Suherman)
Share:

Senin, 18 Mei 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 18 Mei 2015 (Koleksimu Koleksiku)

Kang Maman Koleksimu Koleksiku

Seperti orang menanam pohon mangga di halaman; tak hanya boleh siap mendapatkan buahnya, mendapatkan teduhnya, dan bonus suara burung yang hinggap di dahannya, tetapi juga bersiap kejatuhan daun-daun kering yang akan menyampah di bawahnya.

Demikian juga hobi mengoleksi sesuatu; kita tak cuma mendapatkan nikmat, senang, dan bangganya, atau bahkan nilai investasinya, tapi juga harus mengeluarkan uang dan tenaga serta perhatian khusus untuk mendapatkannya dan merawatnya dengan baik, atau benda itu akan kehilangan nilainya.

Dalam segala hal—tak cuma dalam mengoleksi sesuatu—ini persis seperti apa yang dikatakan almarhum Bob Sadino, “Hidup itu sederhana kok. Penuhi syarat-syaratnya, ambil hasilnya, tapi harus terima konsekuensinya.”

Terakhir, asal jangan mengoleksi masalah, mengoleksi berbagai hal sah-sah saja, demi kesenangan, pelepas stres, bahkan untuk investasi duniawi. Tapi, alangkah indahnya bila dilengkapi dengan mengoleksi kebaikan, untuk investasi di akhirat kelak. Karena, koleksi yang baik, akan berbuah kebaikan. (Maman Suherman)
Share:

Selasa, 12 Mei 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 12 Mei 2015 (Berpisah atau Bertahan)

Kang Maman Berpisah atau Bertahan

Perkawinan bahagia dan abadi itu dibangun oleh dua orang baik yang pemaaf. Dan perceraian, juga digoreskan oleh dua orang baik, namun salah satu atau keduanya telah menutup pintu maaf karena kebahagiaan telah sirna meski sudah berusaha diperjuangkan.

Memang semestinya pasangan hidup menjadi tanda titik (.); berhenti. Saya berhenti mengingat dan mencintai siapa pun kecuali dia. (titik). Tetapi jika titik berubah menjadi koma, tidak berarti kita pun harus koma. Karena seperti kata Ronal, “Jika memang bersama tidak bahagia, maka di dalam ‘goodbye’ ada kata ‘good’. Jika bersama tidak bahagia, berpisah pilihan yang baik meski itu pilihan terakhir.” Dan bila titik jadi koma, jangan pernah menghina mantan karena itu sama saja dengan menghina selera kita, dan menista orang tua anak-anak kita.

“Menikah baik, berpisah mesti baik-baik,” kata Titi DJ. Cerai bukan tragedi di dalam pernikahan yang tidak bahagia. Bertahan dalam kepura-puraan dan ketidakbahagiaan, itulah tragedi yang sebenarnya.

Dan terakhir, di situasi apa pun, doa kita pasti sama: Tuhan, jangan pernah biarkan aku sendiri. (Maman Suherman)
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter