Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Selasa, 17 Februari 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 17 Februari 2015 (KPK vs Polri)

Kang Maman KPK vs Polri

Teman-teman di sini semua sepakat, kami ingin kepolisian yang hebat dan polisi yang luar biasa, yang amanah, dan tentu saja anti korupsi. Dan kami sangat percaya, ada dan masih sangat banyak polisi yang seperti itu.

Kami juga ingin KPK yang hebat, yang orang-orangnya luar biasa, yang memperjuangkan pemberantasan korupsi tanpa dijadikan alat tawar-menawar.

Di atas semua itu, kata Okky dan teman-teman tadi, ada satu kata kunci: Tidak ada kompromi buat korupsi dan koruptor. Kenapa? Saya jadi teringat puisi K.H. Mustofa Bisri. Gus Mus bilang begini:

“Bila karena merusak kesehatan,
rokok kalian benci
Mengapa kalian diamkan
korupsi yang merusak nurani

Bila karena memabokkan,
alkohol kalian perangi
Mengapa kalian biarkan korupsi
yang kadar memabokkannya
jauh lebih tinggi?

Dan bila karena najis,
babi kalian perangi
Mengapa kalian abaikan korupsi
yang lebih menjijikkan
ketimbang kotoran seribu babi

Ada apa dengan kalian?”

Ada apa dengan Indonesia?

Intinya, kami ingin #SavePolri, #SaveKPK, tapi di atas segalanya: #SaveIndonesia. Dan Tuhan, jangan pernah bosan mencintai negeri ini agar ibu pertiwi bisa tersenyum kembali. (Maman Suherman)
Share:

Senin, 16 Februari 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 16 Februari 2015 (Antisipasi Kriminalitas)

Kang Maman Antisipasi Kriminalitas

Tadi ada beberapa poin yang menarik sebenarnya bahwa kecelakaan lalu lintas di Indonesia itu adalah penyebab kematian terbesar ketiga setelah penyakit jantung koroner dan tuberkulosis. Setiap hari di Indonesia, di jalan raya, ada 1.000 anak dan remaja meninggal—setiap hari. Dan itu angkanya akan menjadi bertambah besar kalau kita gabung dengan korban-korban kejahatan di jalan raya; pembegalan, perampasan motor, harta, dan lain-lain. Itu yang pertama.

Yang kedua tadi, kenapa perempuan kita ajarkan beladiri? Di Indonesia, sejak 10 tahun terakhir, ada 20 perempuan menjadi korban kekerasan setiap hari, dan 12 di antaranya adalah diperkosa. Dan korban paling muda yang diperkosa di Indonesia, seorang bayi berumur 8 bulan.

Nah, yang membuat kita miris, menurut data Komnas Perlindungan Anak, korban anak-anak itu setiap tahunnya mencapai 3.339. 62% di antaranya korban kejahatan seksual. Dan yang menyedihkan, 16% itu pelakunya anak-anak umur 14 tahun (pelakunya juga anak-anak). Jadi, anak-anak umur 14 tahun Indonesia sudah mencuri, membegal (kasus pembegalan motor yang terakhir), narkoba, dan perkosaan.

Jadi, poinnya ada 3 tadi kita tangkap:

Negara jangan cuma pedulilah urusan KPK atau Polri, tapi juga peduli pada rakyat. 1.000 anak setiap hari meninggal di jalan raya. Itu yang pertama.

Yang kedua, pendidikan yang paling utama adalah di rumah. Orang tua jangan cuma membekali anak latihan beladiri misalnya supaya tidak jadi korban, tapi juga mengajarkan karakter supaya tidak jadi pelaku. Anak harus diajarkan sejak dini bahwa berbuat jahat tidak cuma mencelakakan orang lain, tapi juga mencelakakan diri sendiri dan masa depan.

Dan yang terakhir: Kalau kita menyalakan lampu untuk orang, kita juga akan ikut mendapat terang; tapi kalau kita memadamkan lampu kehidupan buat orang, kita juga akan merasakan gelap gulitanya. (Maman Suherman)
Share:

Jumat, 13 Februari 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 13 Februari 2015 (Modern Wife, Ideal kah?)

Kang Maman Modern Wife, Ideal kah?

Bicara istri modern, mengingatkan saya pada sosok perempuan di zaman jahiliah. Saat itu perempuan dikucilkan, tidak dihargai, apalagi kalau berstatus janda. Tapi ada satu janda yang bisa menjaga harga diri, kehormatannya, dan dia menjadi wanita modern saat itu; jadi saudagar yang kaya. Khadizah namanya.

Kalau laki-laki datang untuk melamar, berapa pun mau ngasih duit, dia tidak memilih laki-laki karena hartanya, tapi dia lebih memilih laki-laki karena akhlaknya. Sehingga dia menikahilah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan meski dia seorang saudagar kaya, dia tidak pernah merendahkan Muhammad; dia justru taat dan patuh pada Muhammad. Ini contoh perempuan modern; dia lebih kaya, tetapi dia tetap menjaga harga diri suaminya.

Jadi, wanita modern itu bukan yang maksa minta rumah di Menteng, bukan yang mentereng penampilannya, tapi yang mentereng dan terang hati dan jiwanya sehingga bisa menyinari keluarga dan rumah tangganya.

Perempuan yang mulia, laki-laki yang mulia, adalah yang memuliakan pasangannya. (Maman Suherman)
Share:

Kamis, 12 Februari 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 12 Februari 2015 (Edit-Edit Edan di Media Sosial)

Kang Maman Edit-Edit Edan di Media Sosial

Ada 2 poin yang menarik:

Kreatif itu sangat positif, jangan disulap menjadi kere moral yang aktif berbuat negatif.

Kemudian, pelaku edit-edit edan, mungkin sukses merusak nama baik dan harga diri orang lain, tapi ia sungguh tak bernilai di mata siapa pun.

Saya jadi teringat kalimat Einstein, “Dalam bidang apa pun, berusahalah bukan untuk menjadi sukses, tetapi untuk menjadi bernilai.”

Dan poin paling penting: Lu mungkin cakep, tapi ciptaan Camera 360. Mending gue, nggak jelek, tapi ciptaan Allah Subhanahu wa Taala. (Maman Suherman)
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter