Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Rabu, 05 November 2014

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 5 November 2014 (Kreativitas Berujung Naas)

Kang Maman Kreativitas Berujung Naas

Kita semua sepakat, setiap orang bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan. Tapi dalam kenyataannya karena sejumlah halterutama yang bersifat politik dan keberpihakan pada yang berperkarapersepsi kita tentang keadilan jadi mudah bergeser sehingga benarlah idiom, “Ketika seseorang mengaku mendapatkan keadilan, maka ada pihak lain yang merasa diperlakukan tidak adil.”

Yang makin bikin miris, setiap ada kasus yang mencuat, malah kerap menjadi panggung untuk orang yang gila panggung dan sorotan sehingga menggeser fokus utama ke ranah lain.

Berkaitan dengan dunia maya, sejumlah orang di Indonesia sudah dijerat Undang-Undang Nomor 11 [Tahun] 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, khususnya Pasal 45 dan 27 mengenai menyebarkan informasi bermuatan penghinaan dan pencemaran nama yang bisa dipidana paling lama 6 tahun, dan denda maksimal 1 miliar. Juga bisa dibidik dengan penyebaran nama buruk, dan penyebaran fitnah dalam KUHP. Dan yang juga tak boleh diabaikan, saya tadi dibisikkan oleh Mas Nukman, ada Tor media sosial yang berlaku di seluruh dunia: Tidak boleh menyebarkan content pornografi dan penyebaran kebencian ....

Dunia maya bukan dunia nir-aturan, di mana kita bisa semaunya, bahkan bisa dengan nyaman berlindung di balik akun anonim, nama samaran, dan berdalih, “Anonim is not a crime.” Betul, tapi tidak cuma di dunia online, di dunia offline pun, bukan cuma soal anonim atau menggunakan nama jelas, tapi pada perilakunya. Pelaku kreativitas tapi kere etika dan kere moral, atau kata Cak Lontong, “Tidak sesuai aturan, adat, dan akhlak,” bisa mengundang petaka dan mempidanakan pelakunya sendiri.

Tidak bijak, kena jitak! (Maman Suherman)
Share:

Selasa, 04 November 2014

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 4 November 2014 (Artis dan Narkoba)

Kang Maman Artis dan Narkoba

Bukan cuma seniman pengguna narkoba. Menurut BNN [Badan Narkotika Nasional], ada 315 juta orang usia produktif di dunia yang menjadi pengguna narkoba. Di Indonesia, mencapai 4,2 juta orang pada tahun 2011. Dan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir terungkap 108.107 kasus kejahatan narkoba, dan tersangkanya 134.117 orang.

Jadi, bahaya besar narkoba tidak lagi berada di depan pintu, tetapi sudah masuk ke dalam rumah, bahkan ke ruang belajar anak dan menghadang di depan mata. Dan ini tidak bisa dianggap enteng.

Jika generator dirusak atau dicuri, listrik di sebuah daerah akan padam dan gelap total. Jika generasi muda dirusak dan dicuri oleh narkoba, masa depan bangsa yang akan padam dan gelap total!

Jadi, mari canangkan satu hal: Perangi narkoba, lahirkan bangsa nir-koba (bersih dari narkotika dan obat-obat terlarang).

Dan untuk Mas Tessy: Semoga cepat sembuh, bisa segera mengikuti proses rehab.

Tertangkap bukan musibah, daripada kebablasan dan nyawa melayang. Tertangkap justru memberi “efek kejut” dan hikmah, segera stop narkoba dan bangkit!

Dan untuk semua:

NarKoBa: Neraka KOk coba-coBA? (Maman Suherman)
Share:

Senin, 03 November 2014

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 3 November 2014 (Posesif, Apakah Sebuah Bukti Cinta?)

Kang Maman Posesif, Apakah Sebuah Bukti Cinta?

Posesif (rasa ingin memiliki secara berlebihan), disebabkan oleh beberapa hal. Tadi disebutkan Cak Lontong, ada 6: “Takut kehilangan karena pernah gagal dalam menjalin hubungan, pernah dikhianati, kehilangan figur yang disayangi, mencium kehadiran orang ketiga, dan merasa memiliki.”

Dari pembicaraan, sejak dari pernyataan Fitri Tropica hingga Pak Jarwo Kwat, ini mengingatkan kita pada lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Aristoteles, sudah berpendapat bahwa keutamaan itu terletak di tengah. “Segala yang ekstrem selalu berakhir pada kejahatan.” Ungkapan ini mengandung kebijaksanaan yang besar; cinta yang ekstrem akan bermuara pada kebencian itu sendiri. Maka, cinta harus disertai kesadaran.

Cinta tidak boleh menjadi berlebihan. Karena, seperti yang dikatakan Aristoteles, “Apa pun yang berlebihan, selalu menjadi rahim bagi si jahat.”

Cinta yang berlebihan pada hakikatnya bukanlah cinta, melainkan potensi bagi kebencian, kejahatan, dan dendam itu sendiri.

Dan, yang paling utama dan sebaik-baiknyakata teman-teman tadisenada seperti yang dikatakan Katon, dalam lagu Cinta Putih:

“...
Cukup bagiku hadirmu
membawa cinta selalu
...

(Dan)
...
Sepenuhnya, t'rimalah apa adanya dua beda menyatu
Saling mengisi tanpa pernah mengekang diri
...”

Kuncinya: Singkirkan sikap posesif yang berlebih untuk sebuah hubungan yang lebih sip dan lebih positif, dan masih kata Katon, “Jadikan percaya yang utama!” (Maman Suherman)
Share:

Sabtu, 01 November 2014

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) Weekend 1 November 2014 (Andai Aku Menjadi Anak Pejabat)

Kang Maman Andai Aku Menjadi Anak Pejabat

Kalau tak ingin menjenguk orang tuamu yang semula berstatus pejabat di dalam penjara, juga tak ingin ikut-ikutan masuk dalam kerangkeng, jadilah tembok terdepan yang mampu membentengi anggota keluargamu yang menjadi pejabat itu 'tuk tidak terbius indahnya fatamorgana kemewahan yang tidak halal.

Intinya, dari pembicaraan tadi: “Jangan membuat status anggota keluargamu (orang tuamu), dari pejabat menjadi penjahat; dari figur pilihan menjadi figur hinaan.”

Jabatan itu bukan seperti berkat di kendurian yang bisa dibagi-bagi, tapi amanat yang wajib dijalankan, dan tidak boleh khianat.

Dan jika Anda pejabat dan punya anak, contohlah Rasul shallallahu alaihi wa sallam, yang bersabda:

“Ketahuilah, demi zat yang jiwa Muhammad berada di dalamnya kekuasaan-Nya, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Jadi, sekali lagi, ingat: Kalau kamu keluarga pejabat, dunia cuma titipan-Nya. Kata Pak Jarwo, “Jabatan itu cuma titipan. Bisa memuliakan, tetapi juga bisa menyengsarakan!” (Maman Suherman)
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter