Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Sabtu, 26 April 2014

Lirik Lagu Abdul Yamin ft. Nurlaini Munthe_Uning Bak Ogek (Lagu Daerah Aceh Singkil)


Abdul Yamin ft. Nurlaini Munthe Uning Bak Ogek 

Ku tenggo uning
Ku dilo ogek
Isemo kita si tuanna
Tama ku pema
Pasti ku dahi
Lot mo giak pekhtemuenta...

Kita sidua enggomo tama
Tadingmo kata khentuata

Ho....... Ho....... Ho.......
Ho....... Ho.......
Ho....... Ho....... Ho.......
Ho....... Ho.......

Reff :
Mbekhu ku idah khupamu uning
Begimang mo pekhangemu
Ulangmo ogek uning dikhayu
Mbiakh aku odak situhu

Muna lot pekhtemuenta, kita nggo pasti mesada
Muna malotmang jodohta, ulang putus asa

Ku tenggo uning
Ku dilo ogek
Isemo kita si tuanna
Tama ku pema
Pasti ku dahi
Lot mo giak pekhtemuenta...

Kita sidua enggomo tama
Tadingmo kata khentuata

Ho....... Ho......
Ho....... Ho......
Ho....... Ho......
Ho....... Ho......

Reff :
Mbekhu ku idah khupamu uning
Begimang mo pekhangemu
Ulangmo ogek uning dikhayu
Mbiakh aku odak situhu

Muna lot pekhtemuenta, kita nggo pasti mesada
Muna malotmang jodohta, ulang putus asa
Muna lot pekhtemuenta, kita nggo pasti mesada
Muna malotmang jodohta, ulang putus asa
Muna malotmang jodohta, ulang putus asa
Muna malotmang jodohta
Ulang putus asa...
Share:

Senin, 21 April 2014

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 21 April 2014 (Wanita Karier vs Ibu Rumah Tangga)

Kang Maman – Wanita Karier vs Ibu Rumah Tangga

Saya jadi teringat sebuah lagu, single John Lennon tahun 1981, “Woman”. Ada lirik: “Please remember my life is in your hands”. Kehidupan laki-laki itu ada di tangan perempuan.

Tapi perdebatan ini di Indonesia seharusnya sudah selesai sejak 105 tahun yang lalu. Ada seorang perempuan yang meninggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Sumedang.

Perempuan itu Cut Nyak Dhien [ejaan lama: Tjoet Nya' Dhien]. Ketika Teuku Umar meninggal, anak perempuannya, Cut Gambang, itu mau menangis. Sebagai ibu, dia cuma mengatakan satu, “Perempuan Aceh pantang meneteskan air mata untuk seorang yang mati syahid.” Itu sebagai ibu. Sebagai perempuan, di fora publik, di medan pertempuran dia mengatakan, “Kami memang hancur, tapi tidak pernah ada kata menyerah.”

Perjuangan dia kemudian digambarkan oleh penulis laki-laki dari Belanda, yang menggambarkan kekuatan perempuan Indonesia;

“Wanita Aceh gagah dan berani merupakan perwujudan lahiriah .... Yang tak kenal menyerah yang setinggi-tingginya, dan apabila mereka ikut bertempur, maka akan dilakukannya dengan energi serta semangat berani mati yang kebanyakan lebih dari kaum lelaki ....

“... Bahwa tidak ada bangsa yang lebih pemberani dan fanatik seperti bangsa Aceh; dan kaum wanita Aceh melebihi kaum wanita bangsa di mana pun ....”

Tidak ada sebuah roman pun yang bisa menggambarkan kekuatan dan keberanian kaum perempuan Indonesia.

***

Itu di fora publik. Di dalam, seperti dikatakan oleh Cak Lontong sama Rosi, siapa bilang di dalam rumah tangga perempuan tidak punya nilai—bahkan nilai ekonomis?

Ada satu puisi yang menarik banget, Wiji Thukul bilang begini:

“ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
tetapi menangis ketika aku susah
ibu tak bisa memejamkan mata
ketika adikku tak bisa tidur karena lapar
ibu akan marah besar
bila kami merebut jatah makan
yang bukan hak kami
ibuku memberi pelajaran keadilan
dengan kasih sayang
ketabahan ibuku
mengubah rasa sayur murah
menjadi sedap

ibu menangis ketika aku mendapat susah
ibu menangis ketika aku bahagia
ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
ibu menangis ketika adikku keluar penjara

ibu adalah hati yang rela menerima
selalu disakiti oleh anak-anaknya
Penuh maaf dan ampun
kasih sayang ibu
adalah kilau sinar kegaiban Tuhan
yang membangkitkan haru insan

dengan kebaikan
ibu mengenalkan aku kepada Tuhan”

***

Kuncinya:
Perempuan, di dalam atau di luar rumah, bukan objek limpahan keputusan laki-laki. Tapi perempuan, juga subjek pembuat keputusan. Terima kasih. (Maman Suherman)
Share:

Lirik Lagu Abdul Yamin_Juma Khawang (Lagu Daerah Aceh Singkil)


Abdul Yamin Juma Khawang 

Enget ko enget
Oh tukhang impal
Di pantakh datas, di juma khawang
Di pantakh datas, di juma khawang

Enget ko enget
Oh tukhang impal
Si mende lagu, senang ateku
Si mende lagu, senang ateku..

Reff :
Kunekin dha genen tukhang impalku
Asa memilih kalak sileban

Janji-janjimu khatana ku engeti
Memainken dha bekhnit ateku
Kunekin tukhang b’gen jadina
Bage kalak odak lot pekaumen

Senang atemu,  lausmo aku
Dauni ateku
Tadingken pantakh datas
Dauni ateku
Tadingken juma khawang

Reff :
Kunekin dha genen tukhang impalku
Asa memilih kalak sileban

Janji-janjimu khatana ku engeti
Memainken dha bekhnit ateku
Kunekin tukhang b’gen jadina
Bage kalak odak lot pekaumen

Senang atemu,  lausmo aku
Dauni ateku
Tadingken pantakh datas
Dauni ateku
Tadingken juma khawang

Enget ko enget
Oh tukhang impal
Di pantakh datas, di juma khawang
Di pantakh datas, di juma khawang

Dauni ateku
Tadingken pantakh datas
Dauni ateku
Tadingken juma khawang...
Share:

Jumat, 18 April 2014

Lirik Lagu Arisman Limbong_Tekhpaksa Sikhang (Lagu Daerah Aceh Singkil)


Arisman Limbong Tekhpaksa Sikhang

Ku basuh ugah ateku.......
Bakken lae mataku.......

Semakden senja menganti bekhngin
Pekemas pelitan dilangketi
Semakden bungki dikayuh sebekhang
Pekemas dikhi langi ntah kune nan kakham

Begi kudokken bamu impal khuni nai
Semakden kona saut impal imbang geluhku

B’genden nola enggo kona seselken
Tekhpaksa ku khela dipestepken tali

Reff :
Sedekah kona bakken aku
Khebak mendalani khumah tangga
Mbuwe mo sipagitna
Mak pekhnah bage kalak
Menghiasken hakhta bak benda

Muna kona kise tentang hakhta
Kadang malot tekhjawab aku
Sidapet ku b’kheken
Sidapet ku sekhahken
Bekhgah ateku bakken sayangku

Beli ku basuh ugah bak lae mata
Asalken kona bahagia
Khela aku ko tadingken

Semakden senja menganti bekhngin
Pekemas pelitan dilangketi
Semakden bungki dikayuh sebekhang
Pekemas dikhi langi ntah kune nan kakham

Reff :
Sedekah kona bakken aku
Khebak mendalani khumah tangga
Mbuwe mo sipagitna
Mak pekhnah bage kalak
Menghiasken hakhta bak benda

Muna kona kise tentang hakhta                                                                         
Kadang malot tekhjawab aku
Sidapet ku b’kheken
Sidapet ku sekhahken
Bekhgah ateku bakken sayangku

Beli ku basuh ugah bak lae mata
Asalken kona bahagia
Khela aku ko tadingken...
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter