Kang
Maman – “Nostalgila” (Nostalgia Dibikin Gila)
Menembus
relung kenangan ke dalam kisah kasih dan duka lara masa lalu, derai tawa dan
air mata kerap menetes tanpa terasa. Berziarah ke masa lalu bukanlah dosa. “Jika
kautemukan kebenaran, ulang-ulanglah terus. Jika kaudapatkan kesalahan, jangan
diulang-ulang,” begitu Cak Lontong tadi mengingatkan.
Dan, musik
masa lalu sering memberikan pesan. Salah satu, ingat pesan lirik lagu yang
dilantunkan Betha:
Cinta
akan sirna karena ditelan dusta. [segmen 2]
***
Terasa tadi
dari lirik yang dilantunkan Ratih Purwasih bahwa lagu-lagu Indonesia ternyata puitis dan menitip pesan. “Benci
dan rindu itu batasnya tipis. Pahit dan manis pun demikian pula.” Lirik ini
menitip pesan: Benci jangan terlalu benci, rindu pun jangan terlalu rindu,
karena hati bisa terbolak-balik.
Karenanya:
Jika masa lalumu pahit, jadikan alasan untuk memaniskan masa depanmu.
Jika masa lalumu pahit, jadikan alasan untuk memaniskan masa depanmu.
Dan jika
masa lalumu manis, jadikan ia alasan untuk menikmati rasa yang sama, sekarang
dan selamanya. [segmen 4]
***
Lagi-lagi, lirik
lagu Indonesia itu sangat puitis dan mengandung
pesan yang dalam. Ada pesan indah dari lirik Arti Kehidupan – Mus
Mujiono: Cinta pertama atau bukan, bukan yang utama. Yang penting, di cintanya
kamu temukan arti kehidupan.
Bicara
tentang cinta, cintai terus musik Indonesia. (Maman
Suherman)




