Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Minggu, 13 November 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 13 November 2016 (“Nostalgila” [Nostalgia Dibikin Gila])

Kang Maman – “Nostalgila” (Nostalgia Dibikin Gila)

Menembus relung kenangan ke dalam kisah kasih dan duka lara masa lalu, derai tawa dan air mata kerap menetes tanpa terasa. Berziarah ke masa lalu bukanlah dosa. “Jika kautemukan kebenaran, ulang-ulanglah terus. Jika kaudapatkan kesalahan, jangan diulang-ulang,” begitu Cak Lontong tadi mengingatkan.

Dan, musik masa lalu sering memberikan pesan. Salah satu, ingat pesan lirik lagu yang dilantunkan Betha:
Cinta akan sirna karena ditelan dusta. [segmen 2]

***

Terasa tadi dari lirik yang dilantunkan Ratih Purwasih bahwa lagu-lagu Indonesia ternyata puitis dan menitip pesan. “Benci dan rindu itu batasnya tipis. Pahit dan manis pun demikian pula.” Lirik ini menitip pesan: Benci jangan terlalu benci, rindu pun jangan terlalu rindu, karena hati bisa terbolak-balik.

Karenanya:
Jika masa lalumu pahit, jadikan alasan untuk memaniskan masa depanmu.
Dan jika masa lalumu manis, jadikan ia alasan untuk menikmati rasa yang sama, sekarang dan selamanya. [segmen 4]

***

Lagi-lagi, lirik lagu Indonesia itu sangat puitis dan mengandung pesan yang dalam. Ada pesan indah dari lirik Arti Kehidupan – Mus Mujiono: Cinta pertama atau bukan, bukan yang utama. Yang penting, di cintanya kamu temukan arti kehidupan.

Bicara tentang cinta, cintai terus musik Indonesia. (Maman Suherman)
Share:

Sabtu, 12 November 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 12 November 2016 (Kejar [Tikus] Target)

Kang Maman – Kejar (Tikus) Target

Kata Cak Lontong, tikus itu kayaknya pemakan segala. Sebenarnya itu karena tikus binatang pengerat, yang gigi depannya tumbuh 3 ½ sampai 4 ½ inci per tahun. Karenanya, dia harus terus mengerat dan menggerogoti benda-benda di sekitarnya agar gigi depannya terkikis. Bila tidak, gigi tikus akan menembus dan melukai bibir dan mulutnya. Jika itu terjadi maka tikus akan mati karena tidak bisa makan dan mengalami infeksi.

Nah, tikus itu karekternya diikuti tikus kaki dua—istilah Cak Lontong—yaitu koruptor. Kalau tidak mengerat uang rakyat, malah merasa ada yang kurang. Makin kaya malah makin korup. Karenanya, keduanya mesti diberantas karena sama-sama bikin penyakit.

Tikus got bikin pes; tikus kantor bikin kantong negara kempes, dan moral merosot. [segmen 2]

***

Disinggung Cak Lontong di segmen 2, tikus adalah mamalia yang sudah bisa berkembang biak saat usianya baru 2-3 bulan. Tikus betina hamil 19-21 hari, melahirkan 5-10 ekor bayi setiap melahirkan, dan dalam setahun bisa melahirkan sampai 10 kali. Menariknya, tikus akan kawin lagi setelah 40 jam pascamelahirkan. Dengan perbandingan ini, sepasang tikus bisa menghasilkan keturunan 10.000 sampai 15.000 ekor tikus baru dalam setahun. Perkembangbiakan yang sungguh superdahsyat.

Karenanya, dalam teori komunikasi, sayembara dalam hal apa pun—apalagi dalam sayembara tikus—baru bisa efektik bila dilakukan secara konsisten, kontinyu, tidak musiman, dan asal-asalan. 80 juta hadiah sayembara untuk berantas hewan yang perkembangan[nya] sangat dahsyat, yang dilontarkan Wagub DKI ini, sungguh tak ubahnya seperti menggarami air di laut, alias percuma. [segmen 4]

***

Tikus bisa dikendalikan dengan umbi gandum, campuran cabe rawit merah, bawang putih dan merica, menggunakan perangkap, dan memelihara jangkrik—seperti disinggung Ronal dan Cak Lontong. Suara jangkrik akan sangat mengganggu pendengaran tikus karena tikus tidak suka area ramai serta bising. Jadi, taruhlah jangkrik di tempat yang sering dilalui atau didatangi tikus.

Karenanya, teruslah ribut dan meributkan para tikus kantor, dengan cara dukung upaya-upaya pemberantasan korupsi.

Terhadap koruptor yang suka cari jalan pintas atau jalan tikus, kita harus jadi jangkrik terhadap tikus. Jadi, yuk, berantas tikus, terutama yang suka mengerat duit rakyat. (Maman Suherman)
Share:

Minggu, 06 November 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 6 November 2016 (Salahkah Pihak Ketiga?)


Kang Maman – Salahkah Pihak Ketiga?

Menarik ucapan Kang Denny dan juga Karput [Kartika Putri] tadi. Kadang kita terpaksa berpisah, lalu bertemu dengan orang lain, di mana justru kita menemukan kebahagiaan sejati, dan mantan kita pun menemukan kebahagiaan sejatinya pada orang lain. Karenanya, jangan sekali-kali memaki mantan. Sebaliknya, berterima kasihlah, karena mantan adalah guru terbaik tentang sakit hati dan perihnya perpisahan, dan karenanya kita tidak mau mengulanginya lagi.

Kedua, meski terkesan ribet, apa yang disampaikan Musdalifah benar. Apa itu cinta setia? Kita lihat aja kata ‘cinta’; hapus huruf c, hapus huruf n, hapus huruf t, tersisa: ‘ia’. ‘Setia’; hapus huruf s, e, dan t, tersisa: ‘ia’. Cinta setia, kalau ‘ia’ hanya ketemu ‘ia’ menjadi: kItA. Kalau di dalam hati kita ada dua ‘ia’: sIA-sIA. [segmen 2]

***

Menulis itu membaca dua kali. Mencinta itu membaca berkali-kali. Jangan hanya karena sekali terluka ringan, lalu langsung merendahkan, melemahkan, dan mengganjilkan.

Memahami itu membaca berulang-ulang, maka akan didapatkan pesan indah bahwa:
Lebih baik saling meninggikan daripada saling merendahkan,
Lebih baik saling menguatkan daripada saling melemahkan,
Dan lebih baik saling menggenapkan daripada saling mengganjilkan.
Saling seiring, jangan saling menggiring.

Tak ada yang sempurna, tapi tak harus sempurna untuk bisa menikmati hidup dan cinta. [segmen 4]

***

Khusus di segmen 5 tadi kita dapat poin: Siapa suka bermain drama, akan menuai karma.

Secara keseluruhan, dengan kata kunci setia, saya coba menyusun puisi cepat saja hari ini, sebagai kesimpulan:

Kamu,
Alamat yang tak pernah kulupa barang sehari

Kita pernah bersua di masa lalu
Merenda kasih di masa kini
Merajut mimpi bersama tentang yang akan datang

Ketika cinta menjanjikan perihnya kehilangan
Ketika rindu menjanjikan pedihnya tak bersua
Ketika itu kamu hadir tanpa menjanjikan apa-apa
Selain:
Kesetiaan

Lapang kaubuka dada tabahmu
Tempatku menyeruput damai yang tak pernah usai

Kekasihku, aku pasanganmu
Satu
Selamanya.

(Maman Suherman)
Share:

Sabtu, 05 November 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 5 November 2016 (Di Mata Lawan Jenis)

Kang Maman – Di Mata Lawan Jenis

Ternyata, tidak semua orang menginginkan (fisik) pasangannya berubah menjadi lebih besar atau lebih kecil. Jadi teringat puisi Sapardi Djoko Damono:

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu [dengan] sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada

Karena di dalam kesederhanaan, di dalam sederhana, justru kamu ada, yang menjadikanku selalu mencintaimu. Dan, jika engkau berubah, lebih baik kita bubar.

Samuel Rizal tadi bilang, yang lebih penting itu hatinya yang besar. Dan, ingat: cantik itu ejaannya bukan K.U.R.U.S. [segmen 2]

***

Ronal menekankan, paras cantik, wajah gagah, bisa membuat orang jatuh cinta kepadamu. Tetapi kepribadian cantik atau gagah, akan membuat orang setia bertahan di sisimu.

Dari Agatha, didukung Cak Lontong tentang penampilan lawan jenis, tersirat pesan:
Jangan cuma gagah di dunia maya, tapi gagal di dunia nyata. [segmen 4]

***

Saya menyusun puisi cepat untuk menggambarkan sosok yang diinginkan Yuanita, yang terucap di segmen 2 dan 5 secara tersirat tadi:

Dik,
Berlabuhlah di dadaku
Sapu tangan terlembut
Untuk mengeringkan air matamu

Semua tentangmu kunamai rindu
Semua darimu kunamai cinta
Sungai bening yang bermuara di teluk bahagia

Aku tak akan pernah berbagi
Selain hanya kepadamu

Rupanya, yang dicari semua orang itu yang setia. Karena setia itu bahagia! (Maman Suherman)
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter