Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Minggu, 09 Oktober 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 9 Oktober 2016 (Pasangan Idaman)

Kang Maman – Pasangan Idaman

Sedikit meluruskan saja tadi, seks atau jenis kelamin itu bersifat biologis dan terberi, sementara gender itu konstruksi sosial.

Dari kalimat Dery tersimpulkan: Selain cinta, apa lagi yang bisa dilahirkan oleh pencinta?

Diprotes sama teman-teman. Hasil survei, pernyataan Prilly, Rasya, Deddy Corbuzier, teman-teman yang lain, membuktikan: Cinta adalah kombinasi dari perhatian, komitmen, pengetahuan, tanggung jawab, rasa hormat, dan kepercayaan.

Dan Ronal menekankan, “Cinta itu bukan soal mata, tapi soal rasa.” Cinta itu urusan jiwa, bukan semata-mata DNA. Dan cinta itu terdiri dari satu jiwa yang berada dalam dua tubuh berbeda. [segmen 2]

***

Dua kata kunci, hidup bersama yang ideal itu kompromi dan pengorbanan. Give, bukan take (memberi, bukan menerima). Karenanya, katakan kepada pasangan hidupmu: “Hanya kepada orang baik sepertimulah aku tidak cemas menitipkan cinta yang buta ini. Dan di mana pun berada bersamamu, bagiku, di situlah rumah yang sebenar-benarnya. Karena cinta menaklukkan segalanya.” [segmen 4]

***

Ada tiga poin di segmen terakhir. [1] Cinta tidak mencari seseorang untuk hidup bersama, tetapi menemukan dia yang membuatmu tak bisa hidup tanpanya.

Yang kedua, jangan pernah simpan pasanganmu dalam hati, karena hati itu suka bolak-balik sifatnya. Simpanlah dalam doa, karena doa tercatat di langit selamanya.

Dan terakhir, adakah pasangan yang sempurna? Semua menjawab: “Tak ada yang sempurna dalam hidup dan cinta, tapi tidak perlu sempurna untuk bisa menikmati hidup dan cinta. (Maman Suherman)
Share:

Sabtu, 08 Oktober 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 8 Oktober 2016 (Transportasi Massal vs Kendaraan Pribadi)

Kang Maman – Transportasi Massal vs Kendaraan Pribadi

Kalau dalam 1 km dengan lebar 10 meter, bisa menampung kendaraan pribadi itu 952 berderet. Kalau setengahnya berisi dua orang, dan setengahnya lagi berisi lima orang, akan ada 3.332 orang terpindahkan dalam satu kilo.

Bandingkan kalau bus kota. Kalau bus kota dideret yang panjangnya enam meter, itu bisa menampung 498 bus kota. Kalau setengahnya terisi 20, setengahnya terisi 40, akan ada 14.940 orang yang terpindahkan dalam satu kilometer. Artinya satu: Kalau kita semua menggunakan angkutan kota, orang yang terpindahkan lebih banyak 4,48 kali lipat.

Jadi, apakah dan siapakah penyebab macet? Kita tunggu di segmen berikutnya. [segmen 2]

***

Kuncinya, kalau membaca tadi: Mari hilangkan dikotomi, dan ubah “mitos” Malthus, bahwa di satu sisi, transportasi pribadi lebih nyaman, ada privasi, bisa berhenti sekehendak hati, dan lebih cepat sampai tujuan; sementara di sisi lain, transportasi umum tidak nyaman, tidak tepat waktu, kurang aman, tidak ada privasi, dan “hanya” punya satu kelebihan: lebih murah.

Harapan teman-teman tadi, mari jadikan transportasi umum nyaman, aman, jauh dari gangguan peleceh seksual dan pelaku kejahatan, juga tepat waktu, maka orang akan berpindah ke transportasi umum.

Dengan demikian, kata Ronal, jika transportasi umum terbenahi, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan kendaraan umum. [segmen 4]

***

Penyumbang kemacetan, tegas Cak Lontong: mental. Karenanya, kepada pemangku kepentingan (stakeholder) transportasi massal, dituntut untuk mengubah mental menjadi lebih bijak dan bajik dalam mengelola transportasi publik agar menjadi semakin lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.

Dan pada dasarnya, semua manusia sedang melakukan perjalanan menuju pulang. Digulung waktu detik demi menit, jam, hari, bulan, dan tahun, dunia makin kita tinggalkan dan liang kubur makin kita dekati. Dan karena esok tak ada jaminan menjadi bagian diri, bekali hidup dengan dua hal yang sama: kebajikan dan kebijakan.

Apa pun pilihanmu, menggunakan transportasi publik atau pribadi, bajik, bijak, disiplin, dan tertiblah berkendara. (Maman Suherman)
Share:

Minggu, 02 Oktober 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 2 Oktober 2016 (Mistis vs Logis)

Kang Maman – Mistis vs Logis

Tadi kata Mas Jarwo bilang, setiap negara atau suku mengenal hal-hal yang berbau magis dan mistis. Ini mengingatkan saya bahwa ada mata kuliah etnologi di antropologi, etnografi kejahatan di kriminologi. Jadi, artinya, yang magis, yang mistis pun dipelajari dan dikaji secara logis (secara keilmuan). Dua-duanya ada.

Secara pribadi saya pernah merasakan. Ayah saya masuk di klinik, di rumah sakit—di tempatnya Kang Ronal—di Cimahi, Rumah Sakit Dustira. Ayah saya seminggu kaki kanannya dagingnnya hancur jatuh-jatuh dan bercampur dengan pecahan beling dan merica, sehingga ibu saya kalau membersihkan tangannya luka. Seminggu kemudian tumbuh lagi, begitu seterusnya, sampai kemudian dokter bilang, “Minta bantuan paranormal.” Artinya, dokter yang logis pun bisa meminta bantuan paranormal untuk hal-hal tertentu.

Jadi, kita bisa lihat bahwa yang logis, yang klinik, adalah niscaya; yang mistik dan klenik pun keniscayaan; keduanya bisa menipu jika disalahgunakan—apalagi kalau sosoknya sudah menuhankan diri.

Jadi, kata Adi tadi, “Jauhi keburukan, jauhi penyimpangan!” [segmen 2]

***

Teringat kembali asal kata ‘mistik’ dari bahasa Yunani ‘mystikos’ yang artinya: rahasia, serbarahasia, tersembunyi, gelap, terselubung dalam kekelaman. Seperti sosok Surti-nya Sarwi (Sarah Wijayanto), hanya dilihat dan dikenal oleh orang-orang tertentu. Materinya abstrak, tidak logis, di luar penalaran orang. Sebagian orang melihat, sebagian tidak. Sekarang dia misalnya duduk di sampingnya Bopak.

Tapi ingat, yang dulu tidak logis bisa jadi logis. Contohnya, manusia, dulu digambarkan tidak mungkin dan tidak logis kalau dia bisa terbang sehingga didongengkan. Kenyataannya, dengan kemampuan teknologi, manusia sekarang bisa benar-benar terbang.

Jadi, artinya, di muka bumi ini tidak ada yang absolut. Semuanya relatif. Dalam ilmu disebut sebagai relativisme budaya. [segmen 4]

***

Ada kata-kata mistis dan magis dari seorang mistikus, Jalaluddin Rumi, yang merupakan paduan logis dan mistis: “Kekuatan dahsyat terletak dalam kelemah-lembutan hati kita. Temukan rasa manis dalam hatimu sendiri, nanti kau 'kan temukan rasa manis di semua hati.”

Menghadapi dunia jangan cuma pakai logika, tapi juga pakai rasa dan pakai hati. Namun terhadap hal yang bersifat mistis, juga yang logis sekalipun, agar kamu tak tertipu, ingat nasihat Rasul, “Ada dua perkara yang membinasakan: cinta yang berlebihan dan benci yang penuh dengkian.”

Terakhir:
Logika bisa saja kalah oleh hal-hal mistis. Buktinya, akal (logika) tak akan berdaya dan pasti bersujud di hadapan cinta yang sifatnya magis.

Jadi, kata Rumi, “Biarkan dirimu diam-diam dihela oleh tarikan ajaib apa yang benar-benar kaucintai.” Dan kalau benar-benar mencintaimu, dia takkan menyesatkanmu. Kalau sampai tersesat dan disesatkan, itu namanya guru spiritual palsu. (Maman Suherman)
Share:

Sabtu, 01 Oktober 2016

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 1 Oktober 2016 (Film dan Sinetron Dulu dan Sekarang)

Kang Maman – Film dan Sinetron Dulu dan Sekarang

Saya coba menyimpulkan. Film, kata Walter Benjamin, adalah sesuatu yang menggambarkan peleburan antara seni dan teknologi. Di Indonesia, film layar lebar pertama yang melibatkan aktor Indonesia adalah Loetoeng Kasaroeng [EYD: Lutung Kasarung] tahun 1926. Menyusul Eulis Atjih [EYD: Eulis Acih] setahun kemudian, Lily van Java, Resia Boroboedoer [EYD: Rahasia Borobudur], Setangan Berloemoer Darah [EYD: Setangan Berlumur Darah], dan—yang paling terkenal—Njai Dasima [EYD: Nyai Dasima].

Kritik Desy (introspeksi Desy) sebagai orang film, sama dengan kritik sejumlah kritikus. Karena terkena hukum industri, diproduksi secepat mungkin berdasarkan rating dan sharing semata, terasa sangat superficial, hanya di permukaan tanpa kedalaman. Cangkang dan wadah lebih didewakan daripada isi. Tubuh lebih dominan di-make up daripada rasio. Ini yang menyebabkan teman-teman tadi mengatakan rindu me-remake film lama yang sangat dalam isinya, seperti kata Ronal tadi: November 1828, Ibunda, Carok, Suci Sang Primadona; atau juga mungkin sinetron: Salah Asuhan – Gusti Randa-Novia Kolopaking, Sengsara Membawa Nikmat – Desy Ratnasari-Sandy Nayoan, Tuanku Tambusai – Ucok Sumbara, atau Pengemis dan Tukang Becak – Neno Warisman.

Jadi, remake adalah keniscayaan, asal jangan lupa dualisme klasik Aristoteles: Jangan cuma mengutamakan format atau bentuk, tapi juga peduli pada materi, isi, dan esensi. [segmen 2]

***

20 Oktober 1930, muncul pertama kali di Chicago, Amerika Serikat, serial berjudul Painted Dreams. Iklannya didominasi oleh iklan sabun dan detergen. Karena itu disebut “soap opera” atau “opera sabun”, yang di Amerika Latin disebut telenovela, dan di Indonesia pertama kali disebut oleh Soemardjono, salah satu pendiri IKJ [Institut Kesenian Jakarta], sebagai sinema elektronik (sinetron).

Opera sabun di mana-mana di seluruh dunia bisa bertahan lama dan beribu-ribu episode, seperti Tukang Bubur [Naik Haji] lebih dari 1.300, Tersanjung tujuh musim (259 episode). Dan lagi-lagi teman tadi seperti merindukan drama seri lama, misalnya: Keluarga Marlia Hardi, ACI [Aku Cinta Indonesia], Losmen, Sayekti [dan] Hanafi, Rumah Masa Depan, Si Doel [Anak Sekolahan], Keluarga Cemara, untuk membuktikan siapa bilang kualitas tidak menjual?

Pesannya satu:
“Kalau cinta keluarga, beri tayangan yang sehat,” kata Desy, karena seperti lagu Keluarga Cemara: Harta yang paling berharga adalah keluarga. Jangan racuni anak dengan tayangan tak bermutu! [segmen 4]

***

“Tampar, Mas! Tampar aku, Mas! Tampar!” Dan nama Adam Jordan tak ada meski dia main di Tersanjung dan Janjiku. Memang betul, dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah.

Jadi, mari bermain drama yang bermutu dalam kisah fiksi, drama, sinetron, atau film layar lebar. Karena bermain drama di dunia fiksi berpeluang mendapatkan penghargaan dan apresiasi. Jangan bermain drama di kisah nonfiksi. Karena siapa yang suka bermain drama, akan menuai karma.

Terakhir:
Ayo terus dukung film dan sinetron Indonesia yang sehat dan berkualitas! (Maman Suherman)
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter