Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Jumat, 27 Februari 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 27 Februari 2015 (Uangmu Uangku)

Kang Maman Uangmu Uangku

Kesannya ringan temanya, tapi ternyata poinnya tidak ringan. Ada 2 poin, ini untuk suami. Yang pertama (buat suami), sabda Rasul, “Jika seorang muslim mengeluarkan nafkah untuk keluarganya, sedang dia mengharap pahalanya, maka nafkah itu adalah sedekah baginya.” Itu hadis yang pertama tadi saya tangkap.

Hadis yang kedua, Rasul juga bersabda, “Laki-laki mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baiknya kalian (lelaki), adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (H.R. Tirmidzi). Jadi, jangan hitung-hitungan kalau memberi sesuatu kepada istri dan anak karena itu tidak pernah sia-sia di mata Tuhan.

Dan tidak cuma dalam soal memberi biaya hidup. Karena kalau kita mengaku mau meneladani Rasul, Aisyah pernah ditanya, “Apa yang dilakukan Rasul ketika di rumah?” Dengan tenang Aisyah menjawab, “Beliau membantu pekerjaan istrinya.” Jadi, beliau tidak pernah sungkan-sungkan untuk melaksanakan pekerjaan istrinya.

Jadi, laki-laki yang baik adalah yang menafkahi istri, ringan tangan membantu istri, dan yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang paling sempurna dan sebaik-baiknya adalah yang paling baik terhadap istrinya. Itu poinnya. Dan jadinya, suami harus ingat: Kalau pulang bawalah hasil, bukan bawa alasan, apalagi bawa masalah. Itu poin pertama.

Yang kedua, buat istri, gaji—besar atau kecil—yang diupayakan suami dengan sepenuh daya upayanya jika diumbar-umbar untuk gaya hidup akan bikin bahaya, tapi jika dikelola, diterima dengan senyum, dilaksanakan dengan penuh syukur, akan bikin hidup tenang. Persis kata Fitrop [Fitri Tropica], “Gaji yang datangnya bulanan, gunakan sebaik mungkin dengan senang agar rumah tangga tidak jadi bulan-bulanan.” Kata kunci terakhir: Saling percaya. (Maman Suherman)
Share:

Kamis, 26 Februari 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 26 Februari 2015 (Beratnya Harga Beras)

Kang Maman Beratnya Harga Beras

Pemerintah dan anggota DPR menyebut angka kebutuhan beras nasional sekitar 32 juta ton per tahun. Sementara hasil produksi kita saat ini tercatat 35 juta ton per tahun. Pertanyaannya, stok lebih banyak, kok harga naik?

Tadi sudah disindir oleh Okky, jadi, jangan pernah mempermainkan nasib rakyat menjadi lebih berat dengan mempermainkan harga beras sehingga rakyat makin susah mendapatkan nasi, makin susah mengonsumsi nasi, hanya demi agar keran impor dibuka kembali. Ini adalah permainan yang harus jadi perhatian kita.

Ingat, suara rakyat [adalah] suara Tuhan. Memain-mainkan rakyat, sama dengan memain-mainkan ....... (silakan isi sendiri titik-titiknya). Dan jangan sampai rakyat kemudian menyumpah: Siapa sengsarakan rakyat, siapa memain-mainkan harga beras, hidupnya akan berat dan naas! (Maman Suherman)
Share:

Rabu, 25 Februari 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 25 Februari 2015 (Mau Sehat Malah Sakit)

Kang Maman Mau Sehat Malah Sakit

Di negeri ini, ada pernyataan yang sangat satire—bahkan cenderung sarkastis. Kalau tidak mau apes di Indonesia, ada 3 yang tidak boleh: [1] Jangan miskin! [2] Jangan sakit! [3] Apalagi sudah miskin sakit. Karena yang bisa beli obat dan bisa bayar perawatan saja pun, belum tentu kembali sehat.

Jadi, mengingat sakit dan segala risikonya, sejatinya membuat kita semakin menghargai arti hidup sehat. Saat sekarang tidak lagi disebut ‘4 sehat 5 sempurna’, tapi ‘perilaku hidup bersih dan sehat’. Jadi, sebagaimana cinta, sakit itu bisa datang tanpa diundang, dan sehat itu bisa pergi tanpa permisi. Jadi, sebagaimana cinta, jaga dan rawat kesehatanmu! (Maman Suherman)
Share:

Selasa, 24 Februari 2015

NoTulen ILK (Indonesia Lawak Klub) 24 Februari 2015 (Kontes Cantik Dunia)

Kang Maman Kontes Cantik Dunia

Kalau kamu tidak ikut lomba kecantikan, tidak berarti kamu tidak cantik. Sama dengan kalau kamu tidak ikut lomba Mister International, tidak berarti kamu tidak ganteng. Karena pada dasarnya, semua manusia cantik dan ganteng. Bukankah kodrat manusia adalah ciptaan Tuhan paling sempurna? Itu yang pertama.

Yang kedua, saya mau nanya—terakhir, apakah barang antik mahal? Sangat mahal. Di dalam kata ‘cantik’ itu ada kata ‘antik’. Jadi, cantik itu adalah sesuatu yang mahal, tidak murahan, tidak mauan,  dan tidak di umbar-umbar. Dan kata kuncinya adalah: moral.

Dan seperti kata Okky tadi, “Wajah cantik membuat orang jatuh cinta,” kepribadian cantik, insya Allah akan membuat orang selalu berada dan setia di sisimu. (Maman Suherman)
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter