Temukan saya: @irwanzah_27 di Twitter & @isl27 di Instagram

SAPO

Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa

Kau Tak Sendiri

@_BondanPrakoso_

Kamis, 17 April 2014

Lirik Lagu Waktu Kundul Sada-Sada Ta

Di waktu kundul sada-sadata
Cuba pikerkan dike nai kita
Share:

Minggu, 15 Desember 2013

PUTRA BATUAH FC TAKLUKKAN PERSIKAB JAYA 2-1

SINGKIL — Putra Batuah FC unggul 2-1 di laga persahabatan melawan Persikab Jaya. Pada laga yang berlangsung di lapangan Signal Kabun, Minggu (15.12.2013) pagi, tim tamu unggul terlebih dahulu melalui tendangan penalti Seftian Aldi di menit kesepuluh.

Berawal dari pergerakan Ardian Mandala di kotak penalti Persikab, wasit Rahmat Taufik menunjuk titik putih setelah menganggap pemain dengan nomor punggung 7 tersebut dijatuhkan Budiansyah di kotak terlarang. Seftian Aldi yang ditunjuk sebagai eksekutor, sukses melaksanakan tugasnya dengan baik. Bola sepakannya bersarang di sisi kanan gawang Persikab yang dikawal Ristandi Syahputra.

Empat menit berselang, Persikab mencoba mengancam melalui sepakan keras yang dilesatkan Anggika Pristi, namun tendangan pemain bernomor punggung 15 ini masih tepat mengarah kepelukan penjaga gawang, Wira Muliani.

Terlalu asyik menyerang, membuat pertahan tim tuan rumah lengah. Alhasil, di menit ke-20, Bayu Suwandi dengan mudah menceploskan bola ke gawang Ristandi. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Putra Batuah tampil lebih agresif. Beberapa tendangan jarak jauh yang dilesatkan oleh anak asuh Aspan Syuri tersebut, membuat penjaga gawang Persikab harus berjuang mati-matian untuk menyelematkan gawang dari kebobolan.

Putra Batuah yang semakin tampil percaya diri terus menggempur pertahanan sang tuan rumah, beruntung Ishak Yakub yang menggantikan penjaga gawang, Ristandi Syahputra, di babak kedua tampil cemerlang dengan menggagalkan beberapa peluang emas yang dimiliki oleh Putra Batuah.

Tak mau tinggal diam, Persikab mencoba bangkit. Dan hasilnya, di menit ke-58, Ardiansyah Putra berhasil memperdaya penjaga gawang tim tamu dan mengubah skor menjadi 1-2. Ardiansyah yang menggantikan posisi Ilham Suriadi sebagai sayap kanan ini kembali mencetak gol di penghujung laga, namun sayang, gol tersebut dianulir oleh wasit karena Ardi terlebih dahulu berada dalam posisi offside. Skor 1-2 tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. (IS27)
Share:

Rabu, 06 November 2013

PERSIKAB JAYA



































Share:

Jumat, 27 September 2013

Sejarah Singkat Berdirinya MAN Singkil

Para pelaku sejarah adalah orang-orang yang pantas mendapat penghargaan, yaitu paling sedikit berupa doa dan sanjungan (baik dalam bentuk tulisan maupun ucapan). Meskipun para pelaku sejarah itu sendiri tidak memintanya, namun sudah selayaknya penghargaan itu kita persembahkan untuk mereka karena mereka telah beramal secara ikhlas demi kemaslahatan umat.

Sebagai umat yang beragama pula, sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada mereka yang telah berjasa dalam merintis dan mengembangkan Madrasah Aliyah Negeri Singkil sejak awal hingga sampai saat ini. Sabda Rasul, “Tidak dianggap kamu bersyukur kepada Allah bila tidak berterima kasih kepada manusia.” Jadi, penulisan sejarah ini adalah dalam rangka terima kasih kami kepada para pionir yang telah berjasa kepada Madrasah Aliyah Negeri Singkil ini.

Ide berdirinya Madrasah Aliyah Negeri Singkil adalah gagasan dari para tokoh-tokoh masyarakat yang berdomisili di Singkil, khususnya desa Pasar Singkil, antara lain yaitu: Ust. Abu Sulaiman, Alm. Ust. Abdurrahman, Alm. Ahmad Rasnisyah, Ust. Ramlan, Ahmad Fauzi, serta tokoh-tokoh lain yang sangat peduli dengan pendidikan yang bernuansa islami.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Singkil pertama sekali berdiri di Singkil dengan nama MAS (Madrasah Aliyah Swasta) pada tahun 1987, dan berlokasi di gedung kompleks masjid Muhammadiyah Taqwa di desa Pasar Singkil. Setelah adanya swadaya dari masyarakat, maka dibangunlah gedung MAN Singkil pada tahun 1992 dengan 3 bangunan yang sangat sederhana sekali di atas tanah wakaf seluas 8.500 m2 di Jalan Utama No. 21 Pasar Singkil, Aceh Singkil.

Pada periode awal berdirinya MAN Singkil, tenaga-tenaga pendidik di bidang studi agama maupun umum kebanyakan diperbantukan dari Kantor Urusan Agama (KUA), Pengadilan Agama dan guru-guru SMA. Madrasah Aliyah Negeri Singkil diresmikan penegeriaannya pada tanggal 22 Maret 1999 dengan SK Menteri Agama Nomor 71 Tahun 1999 tanggal 22 Maret 1999.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Singkil adalah sebuah sekolah berciri khas Islam yang tercipta pertama sekali di desa Pasar Singkil, kab. Aceh Singkil. Terhitung hingga saat ini, MAN Singkil telah dipimpin oleh 6 Kepala Madrasah, yakni: Drs. Ramlan (1987–2000), Ida Warni AR, B.A. (2000–2004), Alm. Drs. Suhaili (2004–2008), Ahmad Fauzi, S.Ag. (2008–2010), Husnati, S.Ag. (2010–2011), Halimsyah, M.A. (2011–sekarang). Pada saat ini tenaga pendidik yang tetap berjumlah 13 orang, tenaga tidak tetap 13 orang, sedangkan tenaga kependididkan berjumlah 2 orang.

Dengan dibantu oleh Pemda (Pemerintah Daerah) dan BRR Aceh, kondisi bangunan MAN Singkil kini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Madrasah Aliyah Negeri Singkil adalah lembaga pendidikan Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Sampai saat ini MAN Singkil telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sebagai daya dukung pengembangan keilmuan yang dibutuhkan. Selain itu, MAN Singkil juga memiliki tenaga pengajar yang cukup handal, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Telah tersedia sejumlah fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, musala, serta fasilitas seni dan olahraga. Keinginan yang kuat dari lembaga ini adalah menampilkan sosok madrasah yang bukan hanya sekadar tempat informasi ilmu yang berlangsung formal dan mekanis sifatnya, lebih dari itu, MAN Singkil juga ingin menjadikan dirinya benar-benar sebagai rumah ilmu, yakni rumah ilmu bagi para penghuninya yang mempunyai ciri khas mengedepankan keberanian yang bertanggung jawab, kebebasan yang didasari kekuatan nalar yang kukuh serta keterbukaan dalam menerima segala informasi keilmuan yang diperlukan.

Yang diinginkan lembaga pendidikan sebagai rumah ilmu adalah: terwujudnya sumber daya manusia masa depan yang memiliki kedalaman spiritual, kekukuhan intelektual, moral yang tinggi, keterampilan handal yang semuanya termanifestasikan dalam bentuk kesalehan teologis, juga kesalehan sosial serta memiliki visi yang jelas dan wawasan yang luas.


Sumber: Tata Usaha MAN Singkil
Share:

99 Mutiara Hijabers

99 Mutiara Hijabers
Klik gambar untuk membeli

Bandung Konveksi Kaos

Bandung Konveksi Kaos
konveksi kaos murah
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Twitter